Thursday, January 17, 2013

UNIVERSAL ACCESS (3): AVAILABILITY OF SERVICE SAJA BELUM CUKUP

Membangun fasilitas pelayanan kesehatan, sekalipun komplit dengan tenaga dan sarana yang diperlukan belum tentu mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Membangun kalau tidak bermanfaat karena tidak dimanfaatkan apa manfaatnya? Hanya menjadi ide seorang melankolis untuk menulis tentang sesuatu yang dekat tetapi jauh.
 
Merujuk kembali ke Box 1.3 Towards Universal Access: Scaling up priority HIV/AIDS interventions in the health sector, WHO 2009, Availability of service harus bisa menjawab tantangan Reachability, Affordability dan Acceptability sekaligus ketiganya.
 
 
REACHABILITY
 
Dapat diterjemahkan sebagai “akses fisik”. Masyarakat secara fisik harus mudah menjangkaunya. Misalnya dibangun tidak terlalu jauh dari tempat tinggal masyarakat baik dari aspek jarak maupun waktu tempuh. Tidak semua orang mempunyai kendaraan pribadi. Jadi lokasi puskesmas harus dapat dilalui kendaraan umum. Infrastruktur harus baik. Jangan sampai terjadi walau jaraknya dekat tetapi menempuhnya sulit. Misalnya terhalang sungai tetapi tidak ada jembatan.
 
Masyarakat yang berpendidikan rendah sekalipun tahu makna efektif dan efisien walau tidak mengerti terjemahannya. Oleh sebab itu seyogyanya Puskesmas dibangun tidak jauh dari fasilitas umum lainnya, sehingga pergi ke puskesmas efektif untuk kesembuhannya tetapi juga efisien karena ia memanfaatkan untuk kebutuhan lainnya.
 
Sangat disayangkan kalau sebuah puskesmas yang dulu dibangun di tempat yang jauh karena harga tanah murah, kemudian 30 tahun berselang setelah tempat menjadi ramai dan harga tanah lebih mahal maka puskesmas yang dikalahkan. Pindah ke tempat yang lebih jauh lagi.
 
 
AFFORDABILITY
 
Bila masalah “reachability” sudah dapat diatasi maka ada satu masalah lagi yaitu “affordability” yang dapat diartikan sebagai “akses ekonomi” yang menjadi masalah bagi masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Pemerintah telah melakukan upaya-upaya untuk mengatasi hambatan ini antara lain dengan Sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat. Masyarakat miskin dibebaskan dari biaya pengobatan. Untuk penyakit menular yang menjadi program pemerintah seperti HIV AIDS, TB dan Malaria bahkan dari dulu tidak dipungut biaya, baik obat maupun pemeriksaan laboratoriumnya. Jaminan kesehatan bisa digunakan bila harus rawat inap.
 
Penggratisan biaya memberikan dampak positif dengan meningkatnya cakupan pelayanan. Yang jadi masalah disini adalah biaya tidak langsung misalnya ongkos naik kendaraan umum dan economic loss yang diakibatkan waktu kerja yang hilang. Orang yang hidupnya pas-pasan umumnya mendapatkan nafkah secara harian. Satu hari tidak kerja berarti tidak makan. Dapat dibayangkan seorang tukang becak yang harus berobat teratur atau harus opname beberapa hari.
 
Bila biaya sudah gratis dan masih ada yang belum memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan perlu diperhatikan hal-hal di luar masalah kesehatan. Kesehatan amat erat kaitannya dengan masalah sosial ekonomi yang harus dibantu pemecahannya oleh sektor lain.
 
 
ACCEPTABILITY
 
Acceptability terkait dengan aspek sosio-budaya yang bisa menghambat masyarakat mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan. Umumnya menyangkut petugas kesehatan dan jenis pelayanan yang diberikan, misalnya:
 
Dari aspek gender, wanita tidak mau diperiksa oleh petugas kesehatan laki-laki; wanita tidak bisa pergi sendirian (sehingga harus menunggu ada yang menemani). Dari sisi petugas dan pelayanan, proses pelayanan dirasakan berbelit-belit mulai dari loket pendaftaran sampai loket pengambilan obat. Demikian pula perilaku petugas yang dianggap tidak sopan atau kasar.
 
 
KESIMPULAN
 
Gambar di bawah menunjukkan tiga hal yang harus dilicinkan jalannya: Reachability, Affordability dan Acceptability guna melancarkan jalan pasien menuju tempat pelayanan.
 

 Merujuk ke bagan pada tulisan Universal Access (1): Tantangannya tantangan, ini baru satu kaki dari upaya meningkatkan akses. Satu kaki lagi yang tetap terkait erat dengan ketersediaan pelayanan adalah “Coverage”, merupakan lanjutan tulisan ini, Universal Access (4): Hal-hal yang mempengaruhi Coverage dan Impact
 
 
TULISAN TERKAIT

1
2
3
4
Universal Access (3): Availability of service saja belum cukup
5
6
 7 
8
 
 
 
 

No comments:


Most Recent Post