Friday, May 10, 2013

PENULARAN HIV DARI IBU KE ANAK (5): FAKTOR RISIKO TERJADINYA PENULARAN

Pada pembahasan PENULARAN HIV DARI IBU KE ANAK (4): PERAN PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DALAM PMTCT dijelaskan bahwa tersedianya pelayanan komprehensif di unit KIA besar perannya dalam mengurangi risiko penularan HIV dari Ibu HIV positif ke janin dalam kandungannya. Oleh sebab itu PMTCT perlu diintegrasikan dalam pelayanan kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
 
Besarnya risiko penularan telah dijelaskan dalam pembahasan PENULARAN HIV DARI IBU KE ANAK (1): APAKAH MASALAH? Yaitu 20-45% bayi yang dilahirkan ibu HIV Positif akan Positif HIV. Hal ini akan terjadi bila samasekali tidak ada intervensi PMTCT (Prevention of Mother to Child HIV Transmission), atau upaya pencegahan penularan dari Ibu HIV Positif ke bayi dalam kandungannya. Adapun risiko penularan melalui Air Susu Ibu bergantung pada cara dan lamanya menyusui.
 
Dengan mengetahui faktor risiko terjadinya penularan, maka intervensi untuk mencegah penularan dari Ibu ke Anak, yang juga disebut transmisi vertikal dan transmisi perinatal ini dapat direncanakan.
 
 
FAKTOR RISIKO TERJADINYA PENULARAN DARI IBU KE BAYI
 
Faktor risiko paling utama adalah jumlah HIV dalam darah ibu yang kita kenal dengan sebutan Viral Load. Semakin tinggi Viral Load maka semakin besar pula risiko terjadinya transmisi vertikal. Dua hal utama yang menyebabkan tingginya Viral Load ini adalah: Kondisi infeksi HIV saat ini (infeksi baru) dan AIDS tahap lanjut (misalnya terdapat infeksi oportunistik).
 
Mengenai Viral Load dan CD4 dapat merujuk ke posting


 
FAKTOR IBU DAN BAYI
 
Faktor Ibu dan Bayi yang memberi peluang besar untuk meningkatnya risiko terjadinya transmisi perinatal ini adalah pada masa kehamilan, Persalinan dan Menyusui, antara lain sebagai berikut:
 
 
1. KEHAMILAN
 

·         Tingginya Viral Load pada Ibu (misalnya pada infeksi baru dari HIV atau AIDS tahap lanjut) akan meningkatkan risiko penularan dari Ibu tersebut ke bayi dalam kandungannya.

·         Demikian pula adanya infeksi lain misalnya infeksi Virus, bakteri (TB) dan parasit (misalnya malaria) akan meningkatkan risiko

·         Adanya penyakit  Infeksi Menular Seksual (IMS) atau Sexually Transmitted Infection (STI) pada Ibu HIV positif tersebut

 
2. PERSALINAN (Labour and Delivery)
 

·         Tingginya Viral Load pada Ibu (misalnya pada infeksi baru dari HIV atau AIDS tahap lanjut)

·         Proses persalinan yang lama (Partus lama)

·         Ketuban pecah lebih dari 4 jam. (Makin lama makin tinggi risikonya)

·         Pertolongan persalinan yang invasif (misalnya sengaja membuat robekan untuk mempercepat proses persalinan). Hal ini meningkatkan kontak antara janin dengan cairan tubuh dan atau darah dari ibu HIV Positif

·         Adanya infeksi placenta (ari-ari) dan cairan ketuban misalnya pada penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) dan penyakit infeksi lain yang tidak ditangani dengan baik

·         Kelahiran prematur

·         Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)


3. MENYUSUI
 

·         Tingginya Viral Load pada Ibu (misalnya pada infeksi baru dari HIV atau AIDS tahap lanjut)

·         Lamanya menyusui (makin lama risiko makin tinggi). Menyusui selama 6 bulan: Risiko penularan 20%-35%; menyusui lebih dari 18 bulan s/d 24 bulan: Risiko penularan 30%-45%

·         Penambahan makanan selain ASI (misalnya cairan lain selain ASI dan makanan padat)

·         Radang/infeksi pada payudara Ibu (misal abses, mastitis, fisura pada puting susu)

·         Penyakit/radang pada mulut bayi (misal sariawan).

 
KESIMPULAN
 
Secara umum semua wanita yang hamil sebaiknya tahu status HIVnya. Kita tidak akan tahu kecuali melakukan tes HIV. Bila negatif maka kita aman dan dijaga supaya aman selamanya, bila positif maka perlu langkah-langkah pengamanan supaya ibu melahirkan sehat walau HIV tetap positif dan melahirkan bayi yang HIV negatif.
 
Kadar Viral Load amat menentukan dan Viral Load tinggi terdapat pada kasus infeksi HIV baru dan AIDS tahap lanjut. Viral load akan turun bila Ibu HIV Positif menjalani pengobatan dengan ARV. Oleh sebab itu bila kadar CD4 rendah dan Viral Load tinggi sebaiknya menunda dulu keinginan untuk punya anak. Ikuti program KB sampai dokter menetapkan OK untuk hamil dimana salah satu indikatornya adalah Viral Load yang rendah.
 
Dengan demikian empat elemen atau empat prong dalam program PMTCT menjadi amat strategis.
 
 
RUJUKAN BACAAN
 
 
Prevention of Mother-to-Child Transmission of HIV Generic Training Package,  WHO/CDC

No comments:

Most Recent Post