Saturday, April 13, 2013

PENGGUNAAN STRATEGIS ARV: PENCEGAHAN SEKALIGUS PENGOBATAN (3)

Dulu kita sering mendengar kalimat “Mencegah lebih baik daripada mengobati” tetapi orang lebih suka mengobati daripada mencegah. Pada tahun 2011 kita mulai mendengar kalimat “Mengobati adalah mencegah” khususnya apabila kita bicara tentang HIV dan AIDS. Kelihatannya agak tidak umum.
 
Treatment is prevention, bahwa ARV mempunyai manfaat ganda disamping mengobati juga mencegah,  pada awalnya memang mengundang perdebatan seru di kalangan para peneliti yang berkecimpung dalam bidang HIV AIDS.
 
Ada yang dengan mudah memahaminya, mengingat ARV mampu menurunkan “Viral Load” yang berarti mengurangi infektifitas, ada juga yang meragukan karena belum dibuktikan secara ilmiah. Kritikan keras pun mengalir (dengan kata-kata dalam bahasa inggris antara lain: Inconclusive, irresponsible, dangerous, misleading dan appalling). Bahkan WHO dan Joint United Nations Programme on HIV/AIDS pun memperingatkan supaya berhati-hati: bagaimanapun rendahnya Viral Load, Cairan sperma dan vagina tetap berpeluang membawa HIV. Kondom supaya tidak ditinggalkan. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut.
 
 
BREAKTHROUGH (TEROBOSAN) OF THE YEAR
 
Adalah sebuah penelitian dikenal dengan nama  “The HPTN 052 Clinical Trial“ yang dilakukan oleh NIAID (National Institute of Allergy and Infectious diseases) yang merupakan bagian dari NIH (National Institute of Health).
 
Hasil penelitian yang dipimpin Myron Cohen ini diumumkan untuk pertamakalinya pada bulan Mei tahun 2011 dan dipublikasikan di New England Journal of Medicine tanggal   11 Agustus 2011. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa Penggunaan ARV disamping bermanfaat bagi orang dengan HIV juga mengurangi risiko penularan sampai 96 persen di kalangan individu heteroseksual. Dengan kata lain pengobatan sekaligus bisa merupakan pencegahan.
 
Begitu hebatnya penemuan ini, karena membawa harapan baru dalam pengendalian epidemi HIV  maka Science Magazine pada tanggal 23 Desember menetapkan sebagai “Breakthrough of the Year”. (Breakthrough: Terobosan)
 
 
SEKILAS TENTANG HPTN 052
 
Di atas telah disebutkan bahwa penelitian ini dilaksanakan oleh NIAID dan dipimpin oleh Myron Cohen. Dimulai tahun 2005 dengan partisipan sejumlah 1763 pasangan hereroseksual dari beberapa negara, yaitu: Botswana, Brazil, India, Kenya, Malawi, South Africa, the United States dan Zimbabwe.
 
Setiap pasangan salah satunya adalah HIV positif. Penelitian dibagi dalam dua kelompok, dimana pada kelompok pertama anggotanya adalah pasangan yang segera memulai pengobatan dengan kombinasi ARV pada saat CD4 Count-nya masih bagus, sedang kelompok kedua adalah yang memulai pengobatan dengan CD4 Count dibawah 250 per milimeter kubik.
 
Penelitian dijadwalkan sampai dengan tahun 2015, tetapi independent data and safety monitoring board (DSMB) yang melakukan review pada bulan Mei 2011 menemukan bahwa dari 28 kasus yang tertular hanya satu yang berasal dari kelompok pertama, maka DSMB meninta untuk segera dilakukan “Public Release”.
 
Melalui HPTN 052 dapat disimpulkan bahwa apabila pengobatan dengan ARV dimulai sedini mungkin maka risiko menularkan virus kepada pasangan heteroseksual berkurang sampai 96 persen.
 
HPTN 052 juga menunjukkan bila pengobatan dengan ARV dapat diberikan kepada orang dengan HIV dalam proporsi yang besar dan viral load bisa turun sampai tidak terdeteksi maka risiko penularan akan menjadi amat rendah dan epidemi HIV pun akan berhenti. Dari sudut kesehatan masyarakat maka hal ini dapat kita katakan sebagai penurunan “Community Viral Load”
 
 
BEBERAPA UNGKAPAN OPTIMISME
 
The HPTN 052 study convincingly demonstrated that antiretroviral medications can not only treat but also prevent the transmission of HIV infection among heterosexual individuals," (Anthony S. Fauci, M.D., the NIAID Director)
 
“People were interested in the idea of treatment as prevention, but it created a hurricane-force wind behind the strategy, (Myron Cohen, an HIV/AIDS researcher at the University of North Carolina, Chapel Hill, who heads the ongoing HPTN 052 trial)
 
HPTN 052 has persuaded leaders such as U.S. President Barack Obama—whose administration recently announced a policy goal of creating “an AIDS-free generation”—to take action. (Julio Montaner, a prominent advocate of the strategy at the University of British Columbia, Vancouver, in Canada)
 
“It has had an impact on our vision for the future,”  (Prof. Françoise Barré-Sinoussi, a virologist at the Pasteur Institute in Paris)
 
“This breakthrough is a serious game changer and will drive the prevention revolution forward. It makes HIV treatment a new priority prevention option.” (Michel Sidibé, the Executive Director of UNAIDS)
 
 
 
KESIMPULAN:
 
HPTN 052 membawa harapan baru, bahwa mengakhiri epidemi HIV bukan lagi angan-angan tetapi sudah diambang realita. Walau demikian Dr. Fauci mengingatkan bahwa metode pencegahan yang sudah ada jangan ditinggalkan; yang jelas sekarang “tool” kita menjadi semakin banyak dan akan mampu menghasilkan dampak nyata dalam pengendalian pandemi HIV.
 
"On its own, treatment as prevention is not going to solve the global HIV/AIDS problem. Yet when used in combination with other HIV prevention methods — such as knowing one's HIV status through routine testing, proper and consistent condom use, behavioral modification, needle and syringe exchange programs for injection drug users, voluntary, medically supervised adult male circumcision, preventing mother-to-child transmission, and, under some circumstances, antiretroviral use among HIV-negative individuals — we now have a remarkable collection of public health tools that can make a significant impact on the HIV/AIDS pandemic."
 
Apakah gaung “Treatment for prevention” ini sampai juga ke Indonesia?  Kita ikuti posting berikutnya.
]
Posting ini adalah episode ke tiga dari empat tulisan

Penggunaan Strategis ARV: Pengobatan sekaligus pencegahan (3)

Dilanjutkan ke PENGGUNAAN STRATEGIS ARV: PENCEGAHAN SEKALIGUS PENGOBATAN (4)
 
 
RUJUKAN BACAAN
 
http://www.sciencemag.org/content/334/6063/1628.full
http://www.nih.gov/news/health/dec2011/niaid-22.htm
http://www.aidsmap.com/Summary-is-treatment-prevention/page/1746444/
aids2012.msf.org

No comments:


Most Recent Post