Wednesday, March 6, 2013

MELACAK PERJALANAN MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS DALAM TUBUH MANUSIA (2)


Pada  posting Melacak perjalanan Mycobacterium tuberculosis dalam tubuh manusia (1) dikisahkan bahwa Mycobacterium tuberculosis yang menempuh perjalanan udara berkendaraan droplet nuclei telah mendarat dengan selamat di alveoli. Disinilah medan pertarungan abadi antara bakteri TB dengan manusia dimulai.
 
LANDING DI ALVEOLI
Di alveoli sebagian dari bakteri TB terbunuh, dan sisanya yang hidup memperbanyak diri di dalam alveoli, selanjutnya memasuki akan memasuki aliran darah menuju ke seluruh tubuh, napak tilas perjalanan nenek moyangnya pada jaman dulu kala. Tempat yang disukai adalah bagian atas paru-paru, tetapi juga bisa ke ginjal, otak dan tulang. Sistem kekebalan tubuh yang terdiri dari sistem sel dan jaringan dalam hal ini tidak tinggal diam. Dalam 2-8 minggu mereka menyusun kekuatan, macrophage yang diproduksi sistem kekebalan bekerja mati-matian guna menghambat perkembangbiakan dan penyebaran bakteri TB.
 
TB LATEN
Macrophage berhasil menghambat penyebaran Mycobacterium tuberculosis. Macrophage berhasil melakukan pagar betis sehingga bakteri TB tidak bisa melanjutkan perjalanannya. Dalam kondisi ini yang terjadi adalah TB Laten.
Pengertian sederhana dari TB laten adalah: Ada Mycobacterium tuberculosis dalam tubuh manusia, tetapi sistim kekebalan tubuh dapat melakukan containment dan membuatnya inaktif.
Orang dengan TB Laten tidak menunjukkan gejala-gejala umum TB seperti batuk, demam dan penurunan berat badan. Bila diperiksa dahaknya hasilnya akan negatif, pemeriksaan sinar X juga tidak menunjukkan kelainan paru.
Jejak bakteri TB hanya bisa diketahui dengan tes tuberkulin. Yang agak menggembirakan adalah: Orang dengan TB laten tidak menularkan penyakit.
Gambar di atas diambil dari Self-Study Modules on Tuberculosis (modul 1) dengan mengambil contoh: alveoli.
 
PERTAHANAN PATAH
Tidak selamanya sistem kekebalan tubuh mampu menahan bakteri TB. Kekuatan bisa turun karena berbagai sebab.
Secara umum risiko TB Laten menjadi aktif terjadi pada kondisi-kondisi seperti: berat badan di bawah normal, sebelumnya pernah menderita TB, penyakit kanker tertentu, silikosis, pengobatan jangka panjang dengan obat-obat imunosupresif, penyakit ginjal berat, diabetes mellitus dan orang dengan HIV positif.
Dua hal yang perlu mendapat perhatian untuk saat ini adalah bahwa menurut CDC Atlanta, risiko TB Laten menjadi TB aktif untuk orang dengan TB tanpa faktor risiko adalah 10 % sepanjang hidupnya. Untuk penderita TB dengan Diabetes mellitus risiko ini meningkat menjadi 30 persen selama hidupnya. (Tuberkulosis dan Diabetes mellitus: Tantangan baru). Yang paling tinggi risikonya adalah penderita TB dengan HIV, yaitu 7-10% setiap tahunnya.
Apa yang terjadi bila sistem pertahanan tubuh menurun? Mycobacterium tuberculosis seolah terbangun dari tidur lamanya dan bergerak membobol pertahanan macrophage, memperbanyak diri dan menyebar. Kejadian ini bisa terjadi di alveoli, tulang, otak maupun ginjal, tetapi yang bisa menular ke orang lain adalah yang berada di alveoli paru.
Bila penderita batuk, bersin dan lain-lain hal yang terjadi pemompaan udara keluar dari-paru-paru, maka melalui droplet nuclei, Mucobacterium tuberculosis akan menumpang keluar, melanjutkan perjalanannya mencari korban baru.
Gambar di atas diambil dari Self-Study Modules on Tuberculosis (modul 1) dengan mmengambil contoh: alveoli.
 
EPILOG
10 % dari orang dengan TB Laten yang mempunyai sistem imun normal berpeluang menjadi TB aktif sepanjang hidupnya.
Seorang dengan TB aktif dapat menular ke 10-15 orang setiap tahunnya.
Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk diwaspadai. Keberhasilan program pengendalian TB saat ini bukan untuk membuat kita terlena.
Ribuan tahun telah kita lewatkan bersama TB, sudah saatnya kita tuntaskan dengan upaya bersama untuk mengeliminasi TB menuju “a world free of TB”.
Rujukan bacaan:
Self-Study Modules on Tuberculosis (Modul 1), Centers for Disease Control and Prevention, National Center for HIV/AIDS, Viral Hepatitis, STD, and TB Prevention Division of Tuberculosis Elimination, 2008
Avoiding Tuberculosis, The Health Academy, World Health Organization, 2004

No comments:


Most Recent Post