Friday, March 29, 2013

D.H. LAWRENCE DAN PUISI IMAGISM: THE MOSQUITO KNOWS

Sedikit riwayat D.H. Lawrence, novelis Inggris abad ke 20 ini dapat dibaca pada tulisan D.H. Lawrence dan puisi tentang nyamuk: The Mosquito (1) dan seterusnya. Berbeda dengan “The Mosquito” yang begitu panjang dengan bahasa yang relatif sulit, maka puisi imagist “The Mosquito Knows” ini amat pendek dan mudah dipahami tanpa membuka kamus.
 
 
PUISI IMAGISM
 
Pada awal abad ke 20 para penyair Inggris dan Amerika mulai memikirkan “ekonomi bahasa”. Bagaimana membuat puisi lebih simpel, kurang lebih demikian maksudnya. Salah satu pionir utamanya adalah Ezra Pound, tetapi juga beberapa penyair lainnya mengikuti pergerakan ini antara lain William carlos Williams, Marianne Moore, Hilda Doolittle, Amy Lowell, T.E. Hulme dan D.H. Lawrence sendiri.
 
Puisi Imagism cenderung singkat, fokus pada gambaran spesifik terhadap sesuatu dan ditulis secara bebas. Imagist sebagian diinspirasi dari Jepang, seperti Haiku dan Tanka.
 
 
THE MOSQUITO KNOWS
 
Bila kita baca puisi imagist Lawrence “The Mosquito Knows” di bawah, dapat kita lihat brdanya dengan "The Mosquito" dalam tulisan terdahulu. yang ini begitu jelas dan mudah dipahami.
 
Satu hal khusus dalam "The Mosquito Knows" didalamnya mengandung sindiran kepada manusia. Ada “wisdom” yang perlu dipahami.
 
Dikatakan: Nyamuk tahu betul, bahwa walau tubuhnya kecil  ia adalah binatang pemangsa. satu hal yang terpuji ia hanya mengisap darah secukup isi perutnya, ia tidak mengambil darah untuk disimpan di bank.
 
Manusia sekarang mana ada yang mengambil secukupnya. Sebagai contoh dalam suatu acara makan kita banyak melihat orang yang makannya banyak dan masih membungkus untuk dibawa pulang. Ini baru makanan, belum yang lain.
 
Bapak Ibu bila berkenan dapat membaca di blog saya yang satu lagi, Perilaku dan pitutur a la Jawa, tulisan dengan judul Nucuk Ngiberake, peribahasa Jawa yang menggambarkan perilaku seperti tersebut di atas.
 
Lengkapnya puisi  tersebut sebagai berikut:
 
The mosquito knows full well, small as he is
 He’is a beast of prey
 But after all
 He only takes his bellyfull
 He doesn’t put my blood in the bank.
 
Pembacaan puisi dalam tayangan youtube dapat di klik pada link ini:
 
 
 
KAITAN DENGAN “THE MOSQUITO”
 
Dapat dibaca pada D.H. Lawrence dan puisi tentang nyamuk: The Mosquito (3): Such silence, such suspended transport; Such gorging; Such Obscenety of trespass; You stagger; As well as you may; Only your accursed HAIRY FRAILTY;
 
Disini Lawrence mengatakan “Such gorging” mengisi perut sampai penuh sebagai pelanggaran yang tidak sopan dan ia pun mengutuk nyamuk sebagai makhluk berbulu yang tidak bermoral (Hairy Frailty).
 
Lawrence mengutuk tetapi ia juga mengambil pelajaran. Dalam “The Mosquito Knows” ia menyebut sebagai hanya mengambil secukup isi perutnya dan tidak menyimpannya di bank (He only takes his belifull; he doesn’t put my blood in the bank).
 
 
 
PENUTUP: SATU HAL YANG D.H LAWRENCE ABAIKAN TENTANG NYAMUK.
 
Hanya nyamuk betina yang menggigit manusia (dapat dibaca di Malaria: Perjalanan dari telur sampai nyamuk dewasa). Dalam “The Mosquito” Lawrence pada awal tulisan sudah menyebut dengan “monsieur” alias tuan. berarti nyamuknya jantan.
 
Kemudian ia menyebut nyamuk sebagai The Winged Victory, personifikasi dari Dewi Kemenangan bangsa Yunani: D.H. Lawrence dan puisi tentang nyamuk: The Mosquito (1). Berarti nyamuk yang menggigit adalah jenis betina.
 
Selanjutnya karena puisinya bersifat pertanyaan kepada nyamuk, maka Lawrence menyebut dengan “You” yang bisa perempuan bisa pula laki-laki
 
Bila kita baca “The Mosquito Knows” (periksa di atas), puisinya hanya lima baris tetapi nyamuk disapa dengan “He” (laki-laki) sebanyak tiga kali. Nyamuk jantan tidak mengisap darah manusia. Ia hanya mengisap sari tumbuh-tumbuhan.
 
Dalamhal ini Lawrence tidak membedakan gender. Mungkin tidak terpikir oleh Lawrence saat itu bahwa nyamuk jantan tidak doyan darah.
 
 
Rujukan bacaan:
 
http://www.poetsgraves.co.uk/lawrence.htm
http://www.world-class-poetry.com/Imagism.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Imagism

No comments:


Most Recent Post