Wednesday, March 27, 2013

D.H. LAWRENCE DAN PUISI TENTANG NYAMUK: THE MOSQUITO (3)

David Herbert Lawrence (1885-1930) adalah seorang novelis, sastrawan juga pelukis berkebangsaan Inggris. Bagi penggemar novel klasik tentunya tidak asing lagi dengan Novel karyanya: “The Virgin and the Gypsy” dan “Lady Chatterley’s Lover”.
 
Salah satu kumpulan puisinya adalah “Birds. Beasts and Flowers” yang dipublikasi tahun 1923. “The Mosquito” adalah salah satu judul puisi yang ada dalam buku tersebut. Cukup menarik bahwa seorang sastrawan kondang abad 20 menulis puisi tentang “nyamuk”. Lawrence memang cukup lama mengembara di daerah tropis, seperti Srilangka dan kemudian lama bermukim di Mexico.
 
Lawrence dikatakan sakit-sakitan, mulai dari typhoid sampai tuberkulosis, termasuk malaria. Puisi-puisi tentang pengalaman hidupnya  banyak yang ditulis saat ia dalam keadaan sakit. Puisinya tentang nyamuk, adalah satu-satunya puisi tentang serangga yang ia tulis.
 
Berbeda dengan slogan-slogan “berantas malaria” yang menggebu, misalnya dengan kata: Berantas, Gebrak, Roll-back dll. Maka dalam “The Mosquito” apa yang Lawrence tanyakan  kepada nyamuk  amat lembut.
 
Mengingat puisinya agak panjang, maka tulisan ini dibagi menjadi tiga episode sebagai berikut:

 
D.H. Lawrence dan puisi tentang nyamuk: The Mosquito (1)
D.H. Lawrence dan puisi tentang nyamuk: The Mosquito (2)
D.H. Lawrence dan puisi tentang nyamuk: The Mosquito (3)

 Tulisan ini adalah episode yang ketiga
 
 
MENGUTUK PERBUATAN NYAMUK
 
Melihat nyamuk yang begitu tenang menghisap darah sampai isi perut penuh, maka Lawrence mencerca sebagai tindak pelanggaran yang tidak santun. Ia pun mengutuk nyamuk sebagai makhluk berbulu yang tidak bermoral. Untunglah bagi nyamuk bahwa ia begitu ringan sehingga sulit ditangkap.
 
Lengkapnya sebagai berikut: Such silence, such suspended transport; Such gorging; Such Obscenety of trespass; You stagger; As well as you may; Only your accursed HAIRY FRAILTY; Your own imponderable weightlessness; Saves you, wafts yoo away on the very draught my anger makes in its snatching.
 
Begitulah: Kelemahan nyamuk, yaitu “weighlessness” nya justru menjadi kekuatannya. Sehingga ada keraguan dalam diri Lawrence: Apakah ia mampu mengatasi makhluk yang dia sebut “The Hairy Frailty” tersebut.
 
 
MAMPUKAH MANUSIA MENGALAHKAN NYAMUK?
 
Sepertinya Lawrence menyerah. Ia berteriak enyahlah lagu kemenangan yang penuh ejekan itu. Menyelang akhir puisinya ia menyebut nyamuk sebagai tetes darah bersayap  (Winged blood-drop) sekaligus sebagai Winged Victory. Lihat D.H. Lawrence dan puisi tentang nyamuk: The mosquito (1).
 
Kemudian ia bertanya yang intinya: Mampukan aku mengalahkanmu?
 
Lengkapnya: Away with a paean of derision; You WINGED BLOOD-DROP; Can I not overtake you? Are you one too many for me; WINGED VICTORY?; Am I not mosquito enough to out-mosquito you?
 
Pada akhir puisinya Lawrence memang mengecilkan nama nyamuk dari THE WINGED VICTORY menjadi INFINITESIMAL FAINT SMEAR, sesuatu yang amat kecil, tetapi juga mengakui bahwa dalam ukurannya yang kecil nyamuk mampu menunjukkan eksistensinya.
 
Sesuatu yang kecil ini seolah menimbulkan noda besar dari setetes darah yang diisapnya. Nyamuk sepertinya memang makhluk yang tidak kelihatan. Begitu kecil, begitu redup, terlindung dibalik asap dan kegelapan.
 
Lengkapnya: Queer, what a big stain may sucked blood makes; Beside the INFINITESIMAL FAINT SMEAR of you!; Queer, what a dim dark smudge you have disappeared into!
 
Link ini adalah tayangan youtube pembacaan puisi D.H. Lawrence berjudul The Mosquito. http://www.youtube.com/watch?v=7H8vFyZp1WE  Disitu dapat di klik narasi lengkap puisinya. Dalam posting ini narasi lengkapnya terbagi dalam tiga tulisan. Tidak dikutip secara utuh tetapi terfragmentasi dan dibaca pada tulisan yang dicetak miring (italic)
 
 
 PENUTUP:
 
D.H. LAWRENCE dalam puisi ini menyapa nyamuk dalam berbagai sebutan. Mulai yang amat terhormat sampai yang paling jelek: Monsieur, Exalcation, Phantom, The Winged Victory, Streaky Sorcerer, Ghoul on Wings, Pointed Fiend, Hairy Frailty, Winged Blood-drop dan Infinitesimal Faint Smear.
 
Nyamuk merupakan iblis cantik yang mempunyai kekuatan “hitam” kuat. Ia dapat menghilang dan mampu membuat manusia linglung dengan kekuatan hipnotisnya. Tubuhnya yang kecil dan amat ringan merupakan tambahan kekuatan sehingga ia makin sulit dikalahkan. Denging nyamuk menambah stres manusia.
 
Seperti itulah cara seorang seniman mengulas tentang nyamuk. Tentunya amat berbeda dengan ulasan seorang ahli serangga (entomologist). Kalau tidak pernah tinggal lama di daerah tropis seperti Mexico mungkin penghayatannya kepada nyamuk tidak sedalam itu. Disamping itu ia pernah menderita malaria, seperti dapat dibaca di Wikipedia. Ia meninggal dunia tahun 1930 dalam usia muda (45) di Villa Robermond, Vence, Perancis tidak terlalu lama setelah keluar dari sanatorium. Ia penderita tuberkulosis.
 
Dilanjutkan ke D.H. LAWRENCE DAN PUISI IMAGIST: THE MOSQUITO KNOWS
 
 
Rujukan bacaan:
 
http://www.poetryfoundation.org/poem/176797The Mosquito
http://www.poetsgraves.co.uk/Classic%20Poems/Lawrence/the_mosquito.htm
http://www.dh-lawrence.org.uk/
http://en.wikipedia.org/wiki/D._H._Lawrence
http://en.wikipedia.org/wiki/Winged_Victory_of_Samothrace
http://themosquitodhlawrence.weebly.com/

No comments:


Most Recent Post