Thursday, February 14, 2013

ORANG-ORANG YANG DISUKAI NYAMUK (2): BISAKAH DISIKAPI?


Melanjutkan tulisan Orang-orang yang disukai nyamuk (1): Mosquito Magnet, telah diidentifikasi hal-hal yang merupakan magnet bagi kedatangan nyamuk, yaitu:
CO2, Asam lactat, Octenol, Panas tubuh, Kelembaban, Gerakan dan Warna. Selanjutnya perlu kita pikirkan untuk menyikapi hal ini. Intinya adalah mengurangi sampai sesedikit mungkin peluang untuk digigit nyamuk.
Dalam tulisan ini kita sengaja abaikan intervensi lain yang sudah baku dan kita batasi pada intervensi untuk mengantisipasi ke tujuh daya tarik tersebut di atas.
Adakah sesuatu yang bisa dilakukan secara perorangan?
 
CO2, ASAM LAKTAT DAN OCTENOL
CO2 dan Octenol keluar bersama napas sementara asam laktat bersama keringat. “Release” dari ketiga zat tersebut akan diperbanyak dengan aktifitas fisik, misalnya gerakan tubuh. Makin banyak gerakan (misal olahraga) maka CO2, Octenol dan Asam lactat makin banyak keluar.  
Makanan bisa mempengaruhi produksi asam laktat. Sebagai contoh, daging, keju, dan produk-produk kalengan lebih banyak mengandung asam laktat. Bila menu gizi kita tidak seimbang, berarti kita lebih mempunyai daya tarik bagi nyamuk dibandingkan orang yang menu gizinya seimbang.
Dapat disimpulkan bahwa semakin aktif manusia, semakin berpeluang untuk terengah-engah dan berkeringat, maka semakin berpeluang pula untuk didatangi nyamuk dibandingkan dengan orang yang diam duduk di sofa sambil nonton TV. Orang yang habis olahraga sore, tidak cepat-cepat mandi, mengeringkan tubuh dan istirahat, pasti lebih rawan karena sisa asam laktat masih banyak melekat di tubuhnya.
 
PANAS BADAN DAN KELEMBABAN
Aktifitas fisik disamping meningkatkan pernapasan dan pengeluaran asam laktat, juga meningkatkan suhu tubuh. Peningkatan suhu tubuh secara alami akan direspons dengan pengeluaran keringat dan bertambah banyaknya frekwensi pernapasan. Semua menjadi meningkat: CO2, Octenol, Asam lactat, panas badan dan kelembaban. Semakin tidak ada tempat sembunyi.
 
GERAKAN DAN WARNA
Nyamuk menangkap gerakan lebih-lebih kalau yang bergerak adalah warna yang kontras. Misalnya orang dengan warna kulit terang mengenakan pakaian warna gelap, disamping nyamuk memang lebih memilih warna gelap dibandingkan warna terang.
Bila ingin mengadakan eksperimen kecil-kecilah coba saja sandingkan topi berwarna hitam dan topi berwarna putih, letakkan di tempat yang banyak nyamuk. Nyamuk akan lebih banyak beterbangan di atas topi hitam dibandingkan yang putih.
 
HARUS BAGAIMANA?
Sederhana saja: Mengingat nyamuk (dalam hal ini nyamuk malaria) mempunyai “jam gigit” pada malam hari (baca: Dimana dan kapan nyamuk malaria menyergap kita) sebaiknya seletah sore, bersihkan badan (mandi) dan kurangi aktifitas fisik. Dengan demikian produksi CO2, Octenol dan lactat akan berkurang, badan tidak panas dan keringat tidak keluar. Jangan lagi banyak gerakan sehingga tidak terlihat oleh nyamuk sekaligus banyak gerakan juga akan meningkatkan suhu tubuh dan lain-lain seperti disebutkan di atas). Yang terakhir, berpakaianlah yang berwarna terang.
Tips di atas adalah upaya sederhana untuk mengacaukan radar squadron nyamuk. Hasil yang diharapkan adalah berkurangnya risiko digigit nyamuk.
 
PENUTUP
Nyamuk menggigit tidak melihat gender. Wanita hamil memang prioritas pengendalian program karena risikonya adalah terjadi anemia akibat malaria, dengan hasil melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah atau lahir mati. Risiko wanita hamil digigit nyamuk memang lebih tinggi karena produksi CO2nya juga lebih tinggi.
Contoh ekstrimnya adalah: Seorang wanita hamil yang habis maghrib masih jalan kesana kemari mengerjakan pekerjaan rumahtangga yang belum selesai, sementara suaminya tenang-tenang duduk di sofa sambil ber-facebook ria. Bila ada nyamuk datang, maka sang suami akan terlewatkan, padahal ia yang lebih layak digigit nyamuk.

No comments:


Most Recent Post