Sunday, January 27, 2013

APA YANG TERJADI KETIKA SEORANG PENDERITA TB PARU BATUK?


Batuk adalah cara tubuh merespons adanya sesuatu yang menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan, melalui refleks yang mekanismenya cukup canggih. Penjelasannya dapat dibaca pada posting Batuk: Gejala penyakit yang banyak diabaikan. Yang jadi masalah kalau yang batuk adalah penderita TB Paru, karena dapat menular ke orang lain.
 

 Akibat adanya peradangan di jaringan paru dan saluran pernapasan, tubuh akan bereaksi untuk mengeluarkan partikel yang menimbulkan peradangan tersebut. Cara termudah adalah melalui “batuk” yang telah diatur oleh mekanisme refleks. Itulah sebabnya mengapa penderita TB paru pada umumnya mengalami batuk-batuk. Tidak hanya satu dua hari tetapi berkepanjangan. Oleh sebab itu bila kita batuk lebih dari dua minggu, pikirkan salah satu penyebabnya adalah TB paru.
 
Bila kerusakan jaringan paru berlanjut maka yang terjadi tidak hanya batuk saja tetapi batuk dengan dahak bercampur darah. Gejala batuk umumnya disertai demam dan keringat pada malam hari, demikian pula nafsu makan berkurang dan berat badan turun. Lama-kelamaan tubuh makin lemah dan bisa meninggal kalau tidak segera diobati.
 
 
TIDAK HANYA MEMBAHAYAKAN DIRI SENDIRI TETAPI JUGA ORANG LAIN
 
Mycobacterium tuberculosis terlontar keluar, melalui partikel airborne yang disebut droplet nuclei dengan diameter 1-5 mikron. Hal ini terjadi bila penderita TB paru batuk, bersin, berteriak, menyanyi maupun tertawa.
 
Bila batuk sendirian dimana tidak ada orang lain tentunya tidak ada masalah. Tetapi bila ada orang lain di dekatnya, maka ada peluang orang lain tersebut akan tertular.

Mycobacterium tuberculosis dalam jumlah sedikit sudah cukup untuk menimbulkan sakit. WHO Fact Sheet Oktober 2012 menyebutkan satu dari tiga penduduk dunia pernah terinfeksi TB dengan 10 persen diantaranya berpeluang untuk menjadi sakit.
 
Gambar di atas adalah animasi penularan TB paru dari http://www.doh.state.fl.us/disease_ctrl/tb/Introduction/TB%20Intro.html
 
 
PERJALANAN MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS

Di atas telah disebutkan bahwa Mycobacterium tuberculosis dibawa oleh droplet nuclei dan ditularkan melalui udara. Selanjutnya memasuki tubuh manusia melalui mulut atau hidung, masuk ke saluran pernapasan bagian atas, bronchus, bronchioli dan akhirnya sampai ke alveoli paru. Lahirlah penderita TB baru.

 
Demikian seterusnya bila rantai penularan tidak diputus. TB yang sudah ada sejak jaman purbakala  akan terus melakukan rutinitas sama, mengganggu ketenteraman hidup manusia pada abad modern di bumi ini.
 
 
KESIMPULAN

Visi global pengendalian TB adalah A World Free of TB: Pada tahun 2050 TB sudah harus di eliminasi sehingga tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat (< 1 penderita per 1 juta populasi).
 
Sukses sebenarnya sudah di ambang pintu. Kesakitan dan kematian di dunia sudah menurun. Bahkan Indonesia sudah berhasil mencapai target MDGs 2015 yaitu menurunkan prevalensi dan kematian akibat TB sebesar 50% dibandingkan tahun 1990. Tetapi kita tidak boleh terlena. Dua tantangan utama yang harus kita hadapi adalah TB resisten obat dan TB HIV yang semuanya berasal mula dari “batuk” akibat penderita dan petugas kesehatan tidak waspada.


Semua bermula dari “batuk”. Oleh sebab itu perilaku seseorang yang “batuk” dalam kaitan dengan upaya untuk menyembuhkan batuknya perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh: Mulai dari batuk, upaya untuk berobat, apakah ke fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan DOTS, apakah ia menyelesaikan proses diagnosa pasti untuk TB, kemudian memulai pengobatan sampai menyelesaikan pengobatannya dengan hasil “sembuh”.

Dilanjutkan ke Penderita TB Paru: Perjalanan dari batuk sampai sembuh

No comments:


Most Recent Post