Monday, September 9, 2013

PERBEDAAN TUBERKULOSIS (TB) LATENT DAN TUBERKULOSIS (TB) AKTIF

Sepertiga penduduk dunia pernah terinfeksi TB (TB Latent) dan 10 persen diantara penderita TB Latent tersebut akan menjadi TB Aktif pada suatu saat dalam hidupnya. Satu orang penderita TB Aktif dalam satu tahun berpeluang menularkan TB kepada 10-15 orang. Apabila tidak diobati maka dua per tiga dari penderita TB Aktif tersebut akan meninggal dunia.
 
Mengenal TB Aktif jauh lebih mudah daripada mengenal TB Latent yang tanpa gejala. Walau tidak menular, TB Latent adalah sumber dari TB Aktif. Oleh sebab itu baik TB Latent maupun TB Aktif keduanya perlu kita hindari, kita cegah dan kita obati.
 
 
Tabel di bawah adalah perbedaan antara TB Latent dan TB Aktif, sebagai berikut
 
 
TB LATENT
TB AKTIF
·         Tanpa gejala
·         Ada gejala-gejala yaitu:
o    Batuk berdahak lebih dari 2 minggu
o    Nyeri dada
o    Batuk lendir (sputum) campur darah
o    Kelemahan umum
o    Penurunan berat badan
o    Hilang nafsu makan
o    Menggigil
o    Demam
o    Keringat pada malam hari
·         Tidak merasa sakit
·         Merasa sakit (lihat gejala di atas)
·         Tidak menular ke orang lain
·         Menular ke orang lain melalui droplet yang keluar melalui batuk, ketawa, bicara, menyanyi dan dibawa udara
·         Hasil tes kulit atau tes darah umumnya mengindikasikan adanya infeksi TB
·         Hasil tes kulit atau tes darah umumnya mengindikasikan adanya infeksi TB
·         Mycobacterium tuberculosis inaktif (dormant), tidak berkembang-biak
·         Mycobacterium tuberculosis berkembang-biak dan merusak organ tubuh yang diserang
·         Pemeriksaan sinar X dada menunjukkan tanda-tanda TB latent dan pemeriksaan mikroskopis sputum (dahak) negatif
·         Pemeriksaan sinar X dada menunjukkan tanda-tanda TB Aktif,  pemeriksaan mikroskopis sputum  (dahak) positif, biakan positif
·         TB Latent perlu diobati supaya tidak menjadi TB Aktif
·         TB Aktif perlu diobati sampai sembuh supaya tidak mengganggu kesehatan penderita dan menular pada orang lain

Pengendalian TB secara nasional masih berkonsentrasi untuk memutus rantai penularan dengan penemuan dan pengobatan TB Aktif menggunakan strategi DOTS (Directly Observed Treatment ShortCourse) yaitu pengobatan jangka pendek (6 bulan) dengan pengawasan langsung untuk menjaga kepatuhan berobat.
 
Adapun pengobatan TB Latent masih terbatas pada pelayanan kesehatan perorangan. Dalam hal ini masyarakat perlu ditingkatkan kesadarannya: Apabila merasa terpapar Mycobacterium tuberculosis dengan kemungkinan menderita TB Latent sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
 
TB Latent adalah sumber TB Aktif. Di masa depan perlu dipertimbangkan program pengendalian TB sejak masih dalam tahap latent, sebagai inovasi menuju Dunia Bebas TB pada tahun 2050.
 
Bacaan terkait:
Pengobatan TB Latent dan TB Aktif
 
 
DILANJUTKAN KE TUBERKULOSIS (TB) RESISTEN OBAT (MDR-TB DAN XDR-TB)
 
Rujukan bacaan:
 
NIH 2010

No comments:


Most Recent Post