Monday, March 25, 2013

D.H. LAWRENCE DAN PUISI TENTANG NYAMUK: THE MOSQUITO (2)

David Herbert Lawrence (1885-1930) adalah seorang novelis, sastrawan juga pelukis berkebangsaan Inggris. Bagi penggemar novel klasik tentunya tidak asing lagi dengan Novel karyanya: “The Virgin and the Gypsy” dan “Lady Chatterley’s Lover”.
 
Salah satu kumpulan puisinya adalah “Birds. Beasts and Flowers” yang dipublikasi tahun 1923. “The Mosquito” adalah salah satu judul puisi yang ada dalam buku tersebut.
 
Cukup menarik bahwa seorang sastrawan kondang abad 20 menulis puisi tentang “nyamuk”. Lawrence memang cukup lama mengembara di daerah tropis, seperti Srilangka dan kemudian lama bermukim di Mexico.
 
Lawrence dikatakan sakit-sakitan, mulai dari typhoid sampai tuberkulosis, termasuk malaria. Puisi-puisi tentang pengalaman hidupnya  banyak yang ditulis saat ia dalam keadaan sakit. Puisinya tentang nyamuk, adalah satu-satunya puisi tentang serangga yang ia tulis.
 
Berbeda dengan slogan-slogan “berantas malaria” yang menggebu, misalnya dengan kata: Berantas, Gebrak, Roll-back dll. Maka dalam “The Mosquito” apa yang Lawrence tanyakan  kepada nyamuk  amat lembut.
 
Mengingat puisinya agak panjang, maka tulisan ini dibagi menjadi tiga episode sebagai berikut:

D.H. Lawrence dan puisi tentang nyamuk: The Mosquito (2)
D.H. Lawrence dan puisi tentang nyamuk: The Mosquito (3)

Tulisan ini adalah episode yang kedua
 
 
MULAI DENGAN SEBUTAN KASAR
 
Ketika Lawrence menyadari bahwa nyamuk adalah burung gagak berbulu merak, maka ia mulai kasar dan mengatakan: But I know your game now, STREAKY SORCERER.
 
Nyamuk mulai disebut sebagai “streaky sorcerer”, penyihir lorek.
 
Nyamuk pun disebut sebagai “ghoul on wings” (perampok kuburan bersayap) ketika Lawrence kewalahan saat nyamuk merapatkan barisan, menyerbu dan menghindar dalam lingkaran-lingkaran serangan, melingkupi dirinya.
 
Walau demikian, Lawrence tetap menambahkan dengan sebutan THE WINGED VICTORY.
 
Lengkapnya sebagai berikut: Queer, how you stalk and prowl the air; In circles and evasions, enveloping me; GHOUL ON WINGS. Winged Victory.
 
 
TANTANGAN KEPADA NYAMUK
 
Lawrence mulai benci kepada nyamuk yang licik dan bisa membaca pikiran manusia.
 
Ia mengatakan: Settle, and stand on  long thin shanks; Eyeing mysideways, and cunningly conscious that I am aware; You speck; I hate the way you lurch off sideways into air; having read my thoughts against you.
 
Oleh sebab itu ditantangnyalah si iblis cantik:
 
Come then, let us play unawares; AND SEE WHO WINS in this sly game of bluff. MAN or MOSQUITO.
 
Sepertinya walau berani menantang, Lawrence tidak yakin apakah manusia akan menang. Ia sebutkan bahwa pertarungannya licik (sly game) dan ia tidak senang dengan nyamuk yang mengintip dan menyerang dari udara. Barangkali ia menginginkan nyamuk dan manusia berdiri sama tegak di bumi dan berduel sebagai makhluk yang setara.
 
You don’t know that I exist, and I don’t know that you exist; Now then. Begitulah lanjutannya.
 
 
DENGING NYAMUK YANG MENYEBALKAN
 
Lawrence sama dengan manusia yang lain. Mendengar bunyi nyamuk merasa tidak nyaman. Denging nyamuk yang tidak keras tetapi bernada tinggi dikatakan sebagai kartu truf yang membuat darah menggelegak penuh kebencian. Sehingga muncul satu lagi sebutan kebencian untuk nyamuk “you pointed fiend” (iblis runcing).
 
Lengkapnya sebagai berikut: It is your trump; It is your hateful little trump; You POINTED FIEND; Which shakes my sudden blood to hatred of you; It is your small, high, hateful BUGLE in my ear.
 
Lalu ditanyalah nyamuk: Mengapa kau lakukan itu? Sungguh itu bukan perbuatan bijak, tapi saya dengar kamu sendiri memang tidak mampu mengatasinya. Lengkapnya: Why do you do it? Surely it is bad policy; They say you can’t help it.
 
Lawrence mempunyai pemikiran, bila memang demikian adanya, barangkali hal ini merupakan salah satu tanda kebesaran Tuhan, dalam melindungi yang lemah. Tetapi bunyi itu terdengar seperti  sorak kemenangan yang menghentak di kepala.
 
Lengkapnya: If that is so, then I believe a little in Providence protecting the innocent; But it sounds so amazingly like a slogan; A yell of triumph as you snatch my scalp
 
 
MENGISAP DARAH
 
Lawrence mulai bicara tentang darah, darah merah yang dikatakan super-magic, cairan yang terlarang (maksudnya sama dengan alkohol yang menimbulkan kecanduan). Sesuatu yang wajar kalau nyamuk kecanduan darah karena terkait dengan perjuangan hidup untuk melanjutkan keturunan (dapat di baca di tulisan Malaria: Perjalanan dari telur sampai nyamuk dewasa).
 
Lengkapnya: Blood, red blood; Super-magical; Forbidden liquor.
 
Lawrence menyaksikan bagaimana nyamuk mengisap darahnya dengan kenikmatan yang dikatakan tidak sopan.
 
Lengkapnya: I behold you stand; For a second enspasmed in oblivion; Obscenely ectasied; Sucking live blood; My blood
 
 
 
Rujukan bacaan:
 
http://www.poetryfoundation.org/poem/176797The Mosquito
http://www.poetsgraves.co.uk/Classic%20Poems/Lawrence/the_mosquito.htm
http://www.dh-lawrence.org.uk/
http://en.wikipedia.org/wiki/D._H._Lawrence
http://en.wikipedia.org/wiki/Winged_Victory_of_Samothrace
http://themosquitodhlawrence.weebly.com/

No comments:


Most Recent Post