Thursday, January 3, 2013

TIGA DETERMINAN TERJADINYA PENULARAN MALARIA

Dalam pertarungan antara manusia melawan malaria, telah dijelaskan melalui tulisan Aktor-aktor Malaria bahwa ada tiga pihak yang memegang peran utama yaitu nyamuk Anopheles, Parasit Malaria (Plasmodium) dan Manusia. Adanya peperangan selalu membawa korban dan dalam hal ini yang paling dirugikan adalah pihak manusia
 
Mengapa manusia bisa dipecundangi? Karena manusia tidak siap sehingga dapat dikalahkan sebelum bertempur. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi pada saat ini, malaria sudah mulai terdesak, tetapi masih ada kantong-kantong daerah endemis yang perlu dituntaskan masalahnya.
 
Pengetahuan masyarakat perlu ditingkatkan khususnya mengenai tiga determinan yang bertanggung-jawab dalam penularan Malaria.
 
 
NYAMUK ANOPHELES
 
Seandainya tidak ada nyamuk Anopheles yang membawa plasmodium maka manusia tidak akan tertular malaria. Kalau misalnya ada orang yang sakit malaria (misalnya habis bepergian di daerah endemis) dan tidak ada nyamuk penularnya, maka ia akan sakit sendirian, tidak akan menularkan penyakit.
 
Andaikan manusianya yang tidak ada, maka nyamuk anopheles betina tidak akan mendapatkan nutrisi darah manusia untuk perkembangan telur-telurnya. Jadi nyamuk mempunyai kepentingan dengan manusia untuk melanjutkan keturunannya.
 
Nyamuk Malaria  ibarat pesawat pembom. Hanya menimbulkan kebisingan di telinga dan sedikit rasa gatal saja seandainya mereka tidak membawa Plasmodium dalam tubuhnya. Sebenarnya nyamuk tidak punya kepentingan apa-apa dengan Plasmodium. Tanpa keberadaan Plasmodium ia akan tetap hidup, disisi lain, ditumpangi Plasmodium ia juga tidak terganggu.
 
 
PARASIT MALARIA (PLASMODIUM)
 
Makhluk yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop ini yang sebenarnya menimbulkan penyakit pada manusia. Ada empat spesies (Plasmodium falciparum, vivax, malariae dan ovale) yang menimbulkan penyakit malaria dengan karakteristik berbeda.
 
Plasmodium amat membutuhkan keduanya, baik nyamuk maupun manusia untuk merampungkan siklus hidupnya. Keunikan Plasmodium adalah separo siklus hidupnya ada dalam tubuh nyamuk (invertebrate host), yang kita kenal dengan fase sporogonik atau ekstrinsik mulai dari tahap gametocyte sampai sporozoit. Separo siklus lagi berada dalam tubuh manusia (vertebrate host) mulai dari sporozoit melalui dua tahapan yaitu di luar sel darah merah (liver) yang kita kenal dengan nama siklus eksoeritrositer dan di dalam sel darah merah (siklus eritrostrer) untuk menjadi gametocyte yang siap masuk dalam tubuh nyamuk guna menyelesaikan siklus hidupnya.
 
Masa paling rawan dalam siklus hidup Plasmodium sebenarnya saat berada di dalam tubuh nyamuk Anopheles karena amat dipengaruhi suhu ambien udara dan kelembaban. Makin panas perkembangan makin cepat. Demikian pula umur nyamuk amat berpengaruh. Plasmodium butuh waktu 10-18 hari untuk menyelesaikan siklus dalam tubuh nyamuk. Kalau nyamuknya mati lebih dulu, maka siklus pun terhenti.
 
Siklus Hidup Plasmodium, CDC Atlanta
 
MANUSIA
 
Dalam hubungannya dengan nyamuk dan plasmodium, manusia yang paling dirugikan. Nyamuk mungkin hanya membeli sedikit darah yang dibarter dengan rasa gatal, tetapi plasmodium bisa meminta nyawa. Oleh sebab itu manusia harus berupaya keras untuk membunuh nyamuk dan berobat bila terkena malaria.
 
Untuk mencegah gigitan sekaligus membunuh nyamuk, manusia bisa menggunakan kelambu (berinsektisida). Tempat perindukan nyamuk bisa dibasmi dengan bergotong-royong. Dibandingkan HIV/AIDS dan TB Paru maka Malaria sebenarnya dapat disembuhkan dalam 3 hari. Di daerah endemis sudah disiapkan Pos Malaria Desa. Puskesmas sudah siap dengan obat kombinasi Artemisinin yang ces-pleng. Tunggu apa lagi.
 
 
KESIMPULAN
 
Terkait tiga determinan di atas maka intervensi penting yang harus dilakukan manusia adalah: (1) Membasmi nyamuk dan tempat perindukannya; (2) mengobati penderita malaria dengan obat yang direkomendasikan secara benar setelah sebelumnya dilakukan konfirmasi laboratorium secara mikroskopis maupun dengan menggunakan Rapid Diagnostic Test; (3) Di daerah endemis harus tidur dengan menggunakan kelambu berinsektisida; (4) Memberikan perhatian khusus kepada ibu hamil dan anak balita, dan (5) Jangan menciptakan “Man made breeding places baru” (IwMM)

No comments:


Most Recent Post